Hamka B Kady Minta Pemerintah Tuntaskan Proyek KA Barru-Pallanro

hamka b kady

Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady

Bakubae.com, JAKARTA – Harapan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) menikmati transportasi jalur Barru-Pallanro tahun ini kandas. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih enggan meresmikannya.

Humas Direktur Jenderal Perkerataapian Kemenhub, Eben Torsa, mengungkapkan hal tersebut. Menurutnya rencana awal peresmian pada Oktober 2018 diundur ke Maret tahun depan.

“Rencana Maret 2019 nanti, baru diresmikan,” ujarnya, kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu, (21/11).
Eben enggan menjelaskan alasan penundaan tersebut. Padahal sebelumnya Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi pada awal Januari lalu memastikan rute Barru-Pallanro resmi beroperasi Oktober 2018.

Untuk jalur Barru-Pallanro yang panjang rutenya mencapai 44 kilometer, pembangunannya menggunakan dana APBN.

Jalur Kereta Api Barru-Pallanro

“Sementara ke depannya kita menerapkan kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Untuk sistem KPBU ini meliputi konstruksi siding track, operating dan maintenance seluruh lintas,” jelasnya.

Ketidakpastian peresmian rute jalur kereta api, mendapat tanggapan dari anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady. Dirinya juga khawatir skema KPBU yang akan menopang kelanjutan proyek ini berpotensi membuatnya menjadi mangkrak. Alasannya, kepastian pembangunannya sangat bergantung dari para investor.

“Bahkan di warga sendiri ini sempat simpang-siur. karena ada yang menganggap beberapa rute sudah bisa difungsikan lantaran melihat pejabat pemerintah provinsi saat ini melakukan uji coba gerbong kereta. Jadi uji coba itu seolah-olah kereta api itu sudah bisa beroperasi,” ucapnya.

Proyek strategis kereta api ini juga diharap Hamka benar-benar mendapat pengawasan serius dari pemerintah. Kebijakan yang diterapkan mampu menjamin kepastian proyek ini bisa berjalan dengan baik.

“Apalagi sejak dicetuskan untuk dibangun, warga tentu sangat menantikannya,” tandasnya.

Data Kemenhub menunjukkan untuk konstruksi tahap I dan II yang meliputi jalur Parepare-Barru (47 kilometer) menghabiskan anggaran Rp2,3 triliun. Adapaun anggaran Kemenhub Rp2,9 triliun yang meliputi jalur Maros-Pangkep juga telah disiapkan tahun depan.[Radarluwuraya]